Selasa, 28 November 2017

RAHASIA DI LIPATAN LABTOP

Di saat rasa bosan, jenuh, dan suntuk disana lah saya mulai membuka lipatan Labtop dan menyalakannya tiba-tiba terlintas dalam pikiran yang kosong ini untuk merangkai kata demi kata sehingga menjadi suatu susunan kalimat yang saya sendiri tidak tahu dari mana datangnya ide ini yang jelasnya saya hanya merasa “kata yang saya susun menjadi kalimat” tersebut hadir begitu saja yang memaksa jari ini mulai menari dan menciptakan ketukan sebuah nada yang di campuri lagi dengan suara rintikan hujan, saya tidak tau seindah apa nada itu karena saya tidak fokus ke nada yang terdengar itu, di tambah lagi dengan suara rintikan air hujan yang menghantam atap rumah.

Saat itu juga mulai timbul pertanyaan-pertanyaan dari dalam hati yang akhirnya otak berpikir yang saya miliki dapat menjawab semua pertanyaan tersebut, tak lupa saya juga di temani dengan secangkir kopi di meja dan ikan-ikan yang tengah asyik berenang didalam kotak Aquarium yang terbuat dari sambungan kaca dan di hiasi lampu-lampu didalamnya, seolah membuat suasana saat itu sudah menjadi lengkap.

Singkat cerita saat itu pula saya mengerti dan mengetahui bahwa kegiatan menulis itu sangat menyenangkan dan sangat bermanfaat untuk obat menghilangkan kejenuhan, dan rasa bosan yang tiba-tiba hadir dalam diri kita, selain itu saya juga menemukan sebuah kalimat “ tuangkan karya mu sesuai yang kau mampu, ciptakan ide kreatif mu untuk perubahan masa depan mu, maka kamu akan merasa kegagalan akan menjauh dari mu sehingga keberhasilan menghampiri mu”.

Disini saya mulai memanfaatkan waktu kosong yang saya miliki menjadi terisi kembali sehingga setiap waktu saya tidak ada lagi terasa dihantui kekosongan, karena saya selalu memanfaatkan labtop saya untuk menuangkan hal-hal yang ada dalam pikiran saya (mengeti/menulis), secara pribadi saya memang salah satu tipe orang yang aktif dalam dunia internet, tetapi setelah saya menuangkan ide menulis saya mulai lah saya menggunakan dunia internet itu untuk berbagi sebuah pengalaman baik berupa informasi maupun pengalaman-pengalaman yang saya dapat.

Saya juga memahami dunia internet itu bukanya hanya sebatas untuk membuka akun FB, TWITTER, INSTAGRAM, dan banyak lagi akun lainnya yang saat ini banyak digunakan generasi muda sebagai hiburan semata, namun banyak orang yang mencontoh sisi negtif dari internet tersebut padahal banyak sisi positif yang dapat di ambil dari dunia internet tetapi banyak yang dikesampingkan demi mengedepankan sisi negatifnya, disini juga saya merasa sangat menyayangkan dan timbul pertanyaan-pertanyaan “mau jadi apa generasi kita kedepanya apabila salah dalam menggunakan dunia Internet?”.


Sebenarnya masih banyak misteri yang tersimpan di dalam lipatan Labtop saya namun belum sempat saya paparkan satu-persatu mungkin di lain waktu akan saya lanjutkan lagi cerita di dalam lipatan Labtop saya ini, sebagaimana keseharian saya di waktu yang kosong selalu mengisi dengan perperangan yang begitu hebatnya berhadapan dengan Labtop, dan dunia internet, akhir kata sebagai penutup mudah-mudahan coretan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, jika ada kata atau susunan kalimat yang masih belum sempurna maka saya mengharap keritik dan saran para pembaca karena itu adalah ilmu buat saya untuk lebih menyempurnakan lagi ilmu saya yang masih belum seberapa ini.

                                                                 
                                      ~Terima kasih~





                                                                                                        Wassalam

                                                                                                         Blang sentang, 29 november 2017

                                                                                                         Penulis,





                                                                                                        Suhardiman Asarga Linge


Minggu, 19 November 2017

PERAN PENTING SEORANG ALUMNI DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Assalamu Alaikum warrahmatulahi Wabarrakatuh
Selain Orang tua & Guru yang berkewajiban dalam mengajar dan mendidik para kaum pelajar sebenarnya seorang alumni juga harus ikut berperan dalam menjaga para kaum pelajar yang masih duduk di bangku sekolah.
kenapa demikian...? Alasannya adalah para pelajar tidak selalu berada di lingkungan sekolah dan tida juga selalu berada di rumah.
namun dimana mereka berada...? singkat saja zaman sekarang banyak orang tua yang memberi kasih sayang kepada pelajar/anak dibawah umur yang terlalu berlebihan yaitu salah satunya dengan memfasilitasi anak dengan cara memberi kebebasan terhadap anak, baik itu dalam pergaulanya maupun dalam memenuhi kebutuhan anak dalam kesehariannya, salah satu contoh dapat kita simpulkan orang tua memberi kebebasan kepada anak dalam berkendaraan padahal sudah jelas itu dilarang oleh negara dan larangan tersebut sudah di atur dalam Undang-Undang lalulintas.
apa alasan orang tua memberikan hal tersebut...? banyak jawaban yang saya temui karena orang tua sibuk bekerja sehingga tidak sempat mengantar anak untuk berangkat sekolah, dengan kata lain "dari pada kerjaan saya terganggu dan waktu saya habis untuk mengantar anak kesekolah lebih baik saya mengajarkan kepada anak untuk melanggar Undang-Undang".
kapan Negara ini akan maju jika kita melanggar peraturan sementara itu sudah tidak jarang lagi kita lihat sekali saja kita berani melanggar maka kita akan mencoba untuk yang kedua kalinya, dan ketiga kalinya sehingga ketagihan.

dan contoh yang kedua adalah dalam dunia TIK ( teknologi informasi & komunikasi) jika kita sadari banyak anak dibawah umur yang sudah salah dalam menggunakannya seperti yang lagi maraknya saat ini iyalah dunia internet dengan berkembangnya TIK banyak anak mencontoh hal-hal yang negatif dimana sekarang mudahnya mengakses situs  internet cukup dengan bermodalkan HP (Handfone), sementara di internet tersebut seperti yang kita ketahui segala bentuk sifat itu ada namun sayangnya anak dibawah umur sekarang ini tidak memperdulikan dampaknya, dan itu juga sudah di atur dalam Undang-Undan ITE, namun sayangnya anak dibawah umur tidak banyak memahami kode etik dalam menggunakan TIK tersebut.

Nah disini lah sebenarnya peran penting seorang alumni itu harus dimanfaatkan juga, dimana alumni juga berhak memberi pelajaran, arahan yang positif bagi para pelajar yang bisa di bilang pelajaran tambahan bagi para pelajar khususnya anak dibawah umur, namun hal ini sangat sulit diterapkan,
kenapa demikian...? banyak alumni yang mengajarkan para pelajar pada nilai-nilai yang negatif, contoh yang dapat kita ambil seperti kita lihat sekarang salah satunya kenakalan remaja sehingga banyak anak di bawah umur yang menjadi korban tindakan kriminal, dapat kita rasakan pada zaman sekarang ini lebih banyak pengaruh negatif yang berkembang ketimbang pengaruh positifnya khususnya pada anak dibawah umur.
namun bagaimana cara kita untuk memebnahi hal tersebut...? jangan pernah memutuskan tali silaturrahmi antara sekolah dengan alumni karena sosialisasi itu sangat penting dalam merubah cara berpikir anak dibawah umur dengan orang yang jauh  lebih dewasa dari mereka, tentunya dalam norma-norma yang positif.

kesimpulan dari penjelasan di atas saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya sewaktu saya di medan, sumatera utara. mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi para Orang tu, Guru, dan juga para kawan-kawan alumni tentunya, mari kita simak di bawah ini!!!

Singakat cerita berawala dari kesharian saya yang sering bermain ke salah satu SMPN yang berada di medan, Sumatera utara. SMP Negeri 2 Medan, awal saya kesana dan saya memperhatikan murid-murid disana tiap paginya selalu diantar oleh orang tua/wali murid dan pulangnya juga di jemput, dan ada juga sebagian besar murid yang tidak diantar atau di jemput oleh orang tua/wali murid, namun mereka tidak pernah terlambat dalam mengikuti study di kelas sebagaimana perturan di sekolah tersebut jam masuk sekolah adalah pukul 07.00 Wib terkecuali hari senin karena sudah menjadi kerutinan setiap sekolah untuk mengadakan upacara bendera, dan sempat saya tanyai beberapa murid disana dengan apa berangkat dan pulang sekolah dan sebagian dari mereka menjawab dengan ANGKOT (angkutan umum) dan ada juga yang menjawab berjalan kaki sudah pasti rumah mereka dekat dari komplek sekolah, namu tidak lupa juga saya bertanya kepada para orang tua/wali murid yang rutin mengantar, namun dari sekian banyak orang tua/wali yang saya tanya dan saya pun mendapat jawaban yang beragam bentuknya.
Ibu setiap hari antar jemput anak di sekolah apa tidak capek dan waktu kerja ibu apa tidak ternganggu...? pengawasan orang tua terhadap anak itu sangat penting dik, kapan lagi kita bisa bersama anak sementara pulang kerja kita sibuk dengan urusan kita sendiri dirumah, dan sedangkan malamnya yang namanya manusia kan butuh istirahat juga, itu lah jawaban yang saya dapat dari ibu tersebut tidak lain adalah orang tu/wali murid.
disisi lain saya juga pernah bertany kepada orang tua/wali murid yang lainnya namun jawaban mereka hampir sama hanya ada sedikit berbedaan jika di bandingkan, ada yang mengatakan jika kita orang tua tidak memiliki kesadaran maka anak kita tidak akan terdidik oleh siapapun, kita orang tua saja sudah berani di bantah oleh anak apa lagi seorang guru yang tidak memiliki ikatan batin sama sekali dengan anak kita.

dan dari beberapa pengalaman yang saya alami diatas saya akui kerja sama antara pihak sekolah dengan orang tua/wali murid 100% sangat bermanfaat untuk di terapkan dapat dibuktikan segala urusan benlajar mengajar di sekolah tidak pernah terhambat oleh hal-hal yang negatif, selama 3 tahun saya bermain kke SMPN tersebut belum pernah saya mendengar adanya anak yang menjadi korban kecelakaan, tidankan Kriminal, dan juga hal-hal negatif lainya, hanya banyak hal positif yang saya dapatkan, namun saya pernah merenungkan pengalaman saya tesebut "bagaimana cara saya untuk dapat merubah daerah tempat saya berasal agar bisa seperti yang ada dalam lingkungan SMP Negeri 2 medan,tersebut khususnya Lingkungan sekolah yang berada di kota saya berasal.

sebenarnya masih banyak pengalaman saya yang berkesan positif di sekolah tersebut mungkin dilain hari saya akan menceritakan lagi pengalaman saya semasa disana, akhir kata penulis mengucapakan beribu maaf apabila ada kata-kata penulis yang menyinggung hati para pembaca, dilain sisi penulis juga sangat berterima kasih apabila coretan yang tidak seberapa ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, selain itu penulis juga menyadari bahwasanya kita manusia tidak lah sesempurna yang kita bayangkan di segala kelebihan pasti ada kekuranga demikian juga sebaliknya, keritik dan saran sangat penulis harapkan untu lebih mengasah lagi ilmu penulis baik dalam penyusunan kaliamat, bahasa mau pun tulisan, agar kedepan dengan izin Allah swt, penulis dapat memperbaiki segala kesalahan dan kekhilafan yang penulis perbuat baik sengaja maupun tanpa disenga. wassalamualaikum warrahmatulahi wabarrakatuh.


Blang sentang, 19 November 2017
          penulis,


suhardiman asarga linge

👅👆👇☺❤👀👂👃👄👅👆👇👈👊👈👉☎

Rabu, 15 November 2017

inspirasi dari pengalaman yang sangat memotivasi ku

                  Assalamu alaikum Warrahmatulahi wa barrakatuh
pelatihan public speaking STTH-Medan
Terinspirasi dari sebuah pengalaman saat seminar "public speaking" di kampus pada 2014 lalu, dimana salah satu x jurnalis metro tv yang bernama "meutya hafid" moderator/pembicara yang saat ini merupakan salah satu anggota DPR RI. adapun pada waktu itu dalam kegiatan "Rumah Berdikari Goes to school & campus: mencetak jurnalis muda". Dan semenjak itu pula lah saya penasaran apa itu jurnalis/wartawan, namun setelah saya menemukan jawaban yang sangat memuaskan berdasarkan hobby saya menulis dan saya pun tertarik dengan profesi tersebut yaitu jurnalis/wartawan.

Namun pada waktu saya masih belum menemukan bagaimana cara mendapatkan profesi tersebut, sehingga berselang kurang lebih satu tahun setengah terhitung dari seminar itu saya mendapatkan sebuah tawaran yang sangat saya tunggu-tunggu tentunya sangat menarik bagi saya pribadi, berawal dari saya mencoba mengirim sebuah karya tulis saya dalam bentuk artikel ke salah satu media online lokal hingga saya mendapatkan pesan masuk dalam email saya dan ternyata pengirimnya adalah pimpinan redaksi media online tersebut yang mana isinya adalah sebuah tawaran untuk menjadi salah satu wartawan di media online yang saat ini menjadi tempat saya menyalurkan bakat menulis yang saya miliki, dan saya menganggap ini adalah merupakan salah satu kebesaran Allah swt, terhadap saya yang telah memberikan jalan maupun kesempatan sehingga dapat bergabung dengan teman-teman wartawan lainnya.

Namun saya menyimpulkan, Menjadi seorang jurnalis/wartawan adalah pilihan hidup, bukan karena tidak adanya ladang pekerjaan lain, tetapi lebih pada panggilan nurani, kalimat itulah salah satu faktor pendorong untuk saya, sebagaimana disini semakin lebih kuat keinginan saya, seolah saya merasa sudah menjadi seorang penulis yang sebenarnya dan handal dalam kasus tulis menulis, karena sesungguhnya bukanlah uang tujuan utama saya dalam melakukan kegiatan menyalurkan hobby menulis ini, Namun sangat sangat senang bisa menjadi wartawan/jurnalis kontributor,

Selain itu juga menurut saya, jurnalis bukan lah merupakan pekerjaan melainkan adalah merupakan sebuah profesi, sebagaimana cara kita untuk menyalurkan bakat dan hobby menulis yang kita miliki dan mengembangkan karya tulis kita di kalangan para pembaca, maupun pendengar secara profesional, baik itu berupa cerpen, puisi, bahkan juga berita yang menginspirasi, pastinya sesuai ketentuan-ketentuan yang ada dan tidak melenceng dari undang-undang yang berlaku.

Akhir kata ucapan terima kasih saya kepada pimpinan redaksi yang sudah mengajak dan memberi izin kepada saya untuk bergabung, beserta kawan-kawan wartawan lainnya yang sangat menginspirasi dan memotivasi buat saya, tak lupa juga ucapan terima kasih saya kepada kakanda meutya haffid sebagaimana berkat dialah ide-ide saya ini dapat tersalurkan. harap dukungannya agar saya bisa memperdalam atau mengasah lagi ilmu saya dengan cara belajar lebih lanjut untuk kedepannya dalam bermedia.