Assalamu alaikum Warrahmatulahi wa barrakatuh
| pelatihan public speaking STTH-Medan |
Terinspirasi dari sebuah pengalaman saat seminar "public
speaking" di kampus pada 2014 lalu, dimana salah satu x jurnalis metro
tv yang bernama "meutya hafid" moderator/pembicara yang saat ini merupakan salah satu anggota DPR RI. adapun pada waktu itu
dalam kegiatan "Rumah Berdikari Goes to school & campus: mencetak
jurnalis muda". Dan semenjak itu pula lah saya penasaran apa itu
jurnalis/wartawan, namun setelah saya menemukan jawaban yang sangat
memuaskan berdasarkan hobby saya menulis dan saya pun tertarik dengan
profesi tersebut yaitu jurnalis/wartawan.
Namun
pada waktu saya masih belum menemukan bagaimana cara mendapatkan
profesi tersebut, sehingga berselang kurang lebih satu tahun setengah
terhitung dari seminar itu saya mendapatkan sebuah tawaran yang sangat
saya tunggu-tunggu tentunya sangat menarik bagi saya pribadi, berawal
dari saya mencoba mengirim sebuah karya tulis saya dalam bentuk artikel
ke salah satu media online lokal hingga saya mendapatkan pesan masuk
dalam email saya dan ternyata pengirimnya adalah pimpinan redaksi media
online tersebut yang mana isinya adalah sebuah tawaran untuk menjadi
salah satu wartawan di media online yang saat ini menjadi tempat saya
menyalurkan bakat menulis yang saya miliki, dan saya menganggap ini
adalah merupakan salah satu kebesaran Allah swt, terhadap saya yang
telah memberikan jalan maupun kesempatan sehingga dapat bergabung dengan
teman-teman wartawan lainnya.
Namun
saya menyimpulkan, Menjadi seorang jurnalis/wartawan adalah pilihan
hidup, bukan karena tidak adanya ladang pekerjaan lain, tetapi lebih
pada panggilan nurani, kalimat itulah salah satu faktor pendorong untuk saya, sebagaimana disini semakin lebih kuat keinginan saya, seolah saya merasa sudah menjadi seorang penulis yang sebenarnya dan handal dalam kasus tulis menulis, karena sesungguhnya bukanlah uang tujuan utama saya dalam melakukan kegiatan menyalurkan hobby menulis ini, Namun sangat sangat senang
bisa menjadi wartawan/jurnalis kontributor,
Selain
itu juga menurut saya, jurnalis bukan lah merupakan pekerjaan melainkan
adalah merupakan sebuah profesi, sebagaimana cara kita untuk
menyalurkan bakat dan hobby menulis yang kita miliki dan mengembangkan
karya tulis kita di kalangan para pembaca, maupun pendengar secara
profesional, baik itu berupa cerpen, puisi, bahkan juga berita yang
menginspirasi, pastinya sesuai ketentuan-ketentuan yang ada dan tidak
melenceng dari undang-undang yang berlaku.
Akhir
kata ucapan terima kasih saya kepada pimpinan redaksi yang sudah
mengajak dan memberi izin kepada saya untuk bergabung, beserta
kawan-kawan wartawan lainnya yang sangat menginspirasi dan memotivasi
buat saya, tak lupa juga ucapan terima kasih saya kepada kakanda meutya haffid sebagaimana berkat dialah ide-ide saya ini dapat tersalurkan. harap dukungannya agar saya bisa memperdalam atau mengasah
lagi ilmu saya dengan cara belajar lebih lanjut untuk kedepannya dalam
bermedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar