Cerita ini di angkat dari sebuah kisah nyata kehidupan empat
insan yang bermula dari perkenalan dari sebuah akun media social instagram
dimana Nuri adalah seorang mahasiswi di salah satu Universitas yang berada di
kota Takengon, Aceh tengah, Aceh. Asarga adalah seorang pemuda lulusan sarjana
teknik di salah satu Universitas yang berada di Medan, Di samping itu satunya lagi adalah seorang pria sebut saja
inisialnya doni, kenapa doni….? Tentunya para pembaca penasaran kenapa nama
pria yang satu ini di inisialkan, namun hanya penulis lah yang tau dan penulis
punya alas an tersendiri atas nama yang di inisialkan tersebut. Ok para pembaca
penulis juga tidak mau cerita panjang lebar jadi mari kita simak kisah nyata
dari empat orang ini, langsung saja ke TKP.
Pada suatu hari Nuri yang tidak lain adalah seorang
mahasiswi mendapat tugas dari salah satu dosennya dimana tugas tersebut
berhubungan dengan akun media social instagram, singkat cerita tepatnya pada
hari minggu, 27 November 2017 lalu, seorang Nuri mengupload sebuah gambar alam
dalam akun instagram miliknya, kemudian ia mengirim pesan grup dari
instagramnya ke beberapa akun repost di instagram, dimana pesan tersebut
berisikan suatu permohonan bantuan agar gambar alam yang di uploadnya tersebut
di repost, dan di waktu yang sama Asarga yang merupakan salah satu Admin dari
akun repost tersebut menanggapi pesan Nuri
Nuri : Assalamualaikum…!!! Bg bantu repost... tugas kuh di
IG bg.. darii kampus bg ( 27-11-2017)
Admin : sungguh tu tugasnya (29 November 2017)
Nuri : sungguh bg.. Sumpah ya allah.. untuk apa bohong…
sampe usahanya kek gini
Dan akhirnya Asarga pun melakukan tugasnya sebagai admin
repost untuk merepost postingan gambar yang dimaksud oleh nuri, tidak hanya
sampai disitu di hari seterusnya nuri kembali mengirim pesan dan meminta tolong
kembali di ajarkan cara mengopy paste link hasil repost tersebut yang mana akan
dikirimkan ke email dosennya yang member tugas tersebut, dan entah ada angina
pa lalu asarga pun cepat tanggap dalam melayani kliennya tersebut, sehingga
berujung dengan saling memberikan nomor kontak Whatsapp. Baik para pembaca
disini lah mulai kisah cinta tersebut pun bermula.
Setelah nuri dan asarga saling memiliki kontak WA
diantaranya, tentunya keduanya semakin sering berkomunikasi dan semakin dekat
pula hubungan pertemanan mereka seolah sudah kenal lama dan percakapan mereka
pun berlangsung sehingga sampai akhirnya nuri pun tak segan lagi meminta
bantuan untuk diajarkan dalam menyiapkan tugas-tugas kampusnya kepada asarga,
berselang beberapa hari tugas yang kedua dan yang ketiga pun nuri dapat dari
dosennya, Asarga pun tidak keberatan untuk mengajarkan ilmu yang dimilikinya
kepada nuri, di samping itu asarga adalah sosok pria yang suka berbagi ilmu
dengan siapa pun, ya salah satunya adalah Nuri.
Namun terhilat semakin dekatnya hubungan pertemanan mereka
akhirnya, Asarga melahirkan rasa yang sudah lama hilang namun rasa tersebut
datang kembali setelah mengenal sosok nuri, dan asarga semakin penasaran
terhadap wanita yang bernama nuri tersebut sehingga timbul lah keberanian
seorang asarga mempertanyakan mulai dari hal yang umum sampai ke pribadi nuri,
uuppsss….. pembaca jangan mikir macam- macam dulu apa yang dimaksud hal pribadi
maka simak saja dialog keduanya yang penulis lampirkan dibawah ini…!!!
Asarga : assalamualaikum… hai, nuri apa kabar…?
Nuri : Alhamdulillah baik bang
Asarga : oh, syukur lah, ngomong-ngomong lagi ngapain ni,
udah makan belum…?
Nuri : lagi jaga kios ni bang, nuri belum laper bang…!!! Abg
sendiri udah makan belum..?
Asarga : sama dong belum juga…!!! Oh iya, Nuri abang boleh
nayak gak…?
Nuri : tanyak apa bang..?
Asarga : sebenernya balu sih, hehehe….
Nuri : lah kok malu bang..?
Asarga : nuri udah punya pacar apa belum nih…?
Nuri : Nuri udah putus bang sama pacar nuri, kok abang
nanyak pacar nuri sih….?
Asarga : gk ada dek Cuma pingin tau aja
Masih banyak sih sebenarnya percakapan mereka yang tidak
penulis ketik, karena banyak banget takut gak muat ni lembaran, wkwkwkwkwk…….
Okay, para pembaca sekalian kita lanjutin ya ceritanya, dengan berjalannya
waktu di kemudian harinya Asarga pun jujur tentang perasaannya terhadap nuri ya
walau pun kedua makhluk tuhan ini belum pernah berjumpa sama sekali, yuk kita
simak lagi dibawah
Asarga : hy, nuri, lagi ngapain ni…?
Nuri : lagi golek aja ni bang, oh iya abang lagi ngapain…?
Asarga : lagi ngetik kerjaan ni sekalian ngetik pesan buat
nuri ( penuh rayuan)
Nuri : oh, udah makan belum ni bang..?
Asarga : baru aja siap makan ni dek, nuri pasti belum makan
kan…? Makan dulu san…!!!
Nuri : belum sih bang, tapi belum laper ni bang
Asarga : ntar sakit baru tau, makan dulu lah dek (menaruh
perhatian)
Nuri : ntar deh bang kalo udah laper
Asarga : iya deh, oh iya dek sebenarnya Nuri tau gak tentang
pertanyaan abang kemarin…?
Nuri : hah…, pertanyaan yang mana bang..?
Asarga : yang tentang pacar Nuri..??
Nuri : oh itu, iya nuri ingat bang, kenapa bang..?
Asarga : sebenarnya abang suka sama nuri, ya gak tau juga
sih kenapa bisa,
Nuri : ada-ada aja abang ya, hahaha
Asarga : serius dek, Abang pun gak tau tiba-tiba perasaan
ini datang begitu saja.
Nuri : tapi kan kita belum pernah jumpa bang
Asarga : emang benar sih dek belum pernah jumpa, ya tapi
namanya perasaan kita gak tau datangnya.
Nuri : ya terus bang…?
Asarga : Nuri suka tipe cowok yang gimana sih dek..?
Nuri : kalo Nuri sih gak ribet-ribet kali bang, yang penting
setia dan pengertian, bisa terima nuri
Asarga : kalo gitu Nuri bisa terima juga apa adanya cowok
yang suka sama nuri
Nah
sampai disini akhirnya nuri pun mengiakan apa yang dimaksud asarga, dan hari
demi hari mereka jalani hubungan tersebut ntah itu pacaran, atau pun teman
dekat, pastinya itu rahasia perusahaan yang tidak akan penulis beberkan
pembaca, sehingga hari pun berganti bulan mereka jalani canda dan tawa dalam
hubungan yang belum pernah berjumpa tersebut, seolah kedua makhluk tuhan
tersebut saling tukar cerita, ya layaknya orang pacaran sih kalau menurut
penulis.
--------BERSAMBUNG------
--------------------------------JANGAN LUPA KOMENTARNYA YA---------------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar